Belum Diklaim 🕌 Masjid AL-AQSHO
Masjid ini sudah terdaftar, tapi belum ada pengurus yang mengelola website-nya. Klaim gratis & aktifkan fitur lengkap untuk masjid Anda.

Tentang Masjid AL-AQSHO

Masjid AL-AQSHO

Masjid Al Aqsho terletak di Jalan Besar Moro, Kelurahan Moro, Kecamatan Moro. Luas tanah 15x12 m2 dan luasbangunan terakhir 10x10 m2. Dari penuturan imam Masjid Al Aqsho, rumah ibadah umat Islam ini diperkirakan berdiri pada tahun 1901. Namun hingga kini masih belum ditemukan literatur yang memastikan siapa orang pertama yang membangunnya. struktur bangunan asli masjid ini ini memang sudah tidak begitu kentara, namun jika ditilik lebih jauh tiang kayu yang berada di samping mimbar, yang kini sudah disalut semen,di lengkapi dengan halaman parkir bangunan asal. bisa jadi merupakan sisa bentuk bangunan asal. Mimbar masjid yang ada diperkirakan masih mimbar masjid yang asli. Masjid ini memiliki dua buah kubah. Uniknya, kubah yang satu merupakan bangunan baru, sementara kubah satunya lagi masih mempertahankan bentuk aslinya yang sepintas mirip dengan kubah masjid-masjid yang lazim ditemukan di rantau nusantara ini. Berbentuk tumpang limas, kubah pertama pada bangunan induk ini kondisinya masih orisinil dan dilengkapi loteng tempat muazin untuk melantunkan azan. Konstruksi tapak masjid asalnya berbentuk panggung, yang ditopang dengan tiang kayu. Setelah mengalami perubahan tapak masjid, masyarakat kemudian bergotong-royong menimbun dengan tanah, setelah rata bangunan induk ditopang dengan coran lantai batu dan dipasang mosaic/keramik.Perubahan sangat mencolok dapat ditemui pada bentuk atap masjid. Awalnya atap yang pertama terbuat dari daun rumbia dengan satu kubah dan dinding terbuat dari kayu, diubah menjadi atap genteng yang dipasang sekitar tahun 1980-an yang didatangkan dari Tanjung Pinang. Kemudian pada tahun 2013, perubahan atap masjid yang sudah dipasang genteng diganti menggunakan spandeks yang dapat kita lihat seperti sekarang ini. Masjid Al Aqsho dengan Masjid Baiturahrahman Moro memiliki talian sejarah yang tidak terpisahkan. Psejarah yang tidak terpisahkan. mikembangunan Masjid Baiturrahman Moro dibangun sebagai upaya memenuhi kebutuhan Jamaah yang tidak tertampung lagi pada Masjid Al Aqsho (Masjid Lama di Kecamatan Moro), terutama pada shalat Jumat dan shalat Idul Fitri dan Idul Adha. Masjid Al Aqsho berada dekat dengan laut dan bersempadan dengan jalan besar. Saat Shalat Idul Fitri, jamaah akan membludak tumpah ruah hingga keluar masjid, mengakibatkan badan jalan ditutup. Semenjak selesainya pembangunan Masjid Baiturrahman Moro yang dibangun sekitar tahun 1970an, ibadah sholat Jumat tidak lagi dilaksanakan di Masjid Al Aqsho, namun dipindahkan pelaksanannya ke Masjid Baiturahman,Moro. Kemudian seiring waktu berjalan pada tahun 2011, dengan pertimbangan semua pihak maka diselenggarakan kembali ibadah shalat Jumat di masjid Al Aqsho. Jamaah terjauh ketika itu berasal dari Pulau Jang yang berada seberang, begitu juga masyarakat Pulau Moro. Imam pertama Masjid Al Aqsho yang pertama bernama H. Usman,kemudian diteruskan oleh Alfatah, H. Kamli, Ahmad Bidin, dab Abbas Saleh. Masjid Al Aqsho memiliki dua orang imam, empat orang bilal dan satu orang noje. Mimbar masjid dipahat dengan bentuk yang sederhana, dibalut kain kuning dan mahkotanya tertutup. Penutup di atas mimbar awalnya tidak terbuat dari bahan seng seperti yang dapat kita lihat sekarang ini. Jalan masuk khatib ke atas mimbar dari posisi depan Mimbar yang ada saat ini adalah mimbar yang pertama, hanya saja hari ini sudah dimodifi kasi dengan menambahkan penutup sebatas pinggang orang dewasa dan dirubah sesuai untuk menutup khatib ketika sedang naik mimbar. Kini khatib memasuki mimbar dari samping. Gambaran tentang bentuk mimbar ini sebagian besar memiliki keseragaman desain dengan bentuk yang hampir serupa dengan Masjid-masjid yang ada di Kabupaten Karimun. (dikutip dari buku Khazanah Masjid Bersejarah di Bumi Berazam)

Berita & Pengumuman Masjid AL-AQSHO

Khutbah Iduladha: Hakikat Pengorbanan di Masa Pandemi

Khutbah Iduladha: Hakikat Pengorbanan di Masa Pandemi

Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..

Khutbah Iduladha: Bersabar dan Ikhtiar Lahir-Batin di Masa  Pandemi Covid-19

Khutbah Iduladha: Bersabar dan Ikhtiar Lahir-Batin di Masa Pandemi Covid-19

Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..

Khutbah Jumat: Bahaya Hasad bagi Peradaban Manusia

Khutbah Jumat: Bahaya Hasad bagi Peradaban Manusia

Khutbah Pertama اَلْحَمْدُ للهÙ..